Curug Dago Simpan Jejak Sejarah Kerajaan Thailand di Bandung

Curug Dago adalah wisata air terjun di Bandung yang memiliki nilai sejarah tinggi. Curug dalam bahasa Sunda memiliki arti air terjun. Di Bandung sendiri memang terdapat banyak air terjun mengingat Bandung yang secara geografis dikelilingi oleh kawasan perbukitan.

Advertisements

Curug Dago berada diatas ketinggian 800 meter di atas permuakaan laut, dengan tinggi air terjunnya sekitar 12 meter. Curug ini terbentuk oleh aliran sungai Cikapundung yang mengalir dari Maribaya ke Kota Bandung.

Apa Yang Menarik Dari Curug Dago

Curug Dago sebenarnya memiliki sisi menarik dari segi sejarah. Jika ingin menikmati keindahan alam sebaiknya pilih saja Tebing Keraton yang letaknya tidak terlalu jauh dari sini.

Kondisi alam di sekitar lokasi memang sudah tidak seindah dulu lagi. Aliran air sungai yang semakin keruh ditambah lagi banyaknya sampah yang ditinggalkan oleh para pengunjung yang tidak bertanggung jawab menyebabkan tempat ini berkurang keasriannya.

Padatnya pemukiman yang berada di daerah atas curug juga menjadi penyumbang sampah terbesar yang menyebabkan kotornya aliran sungai Cikapundung ke Curug Dago. Mungkin lain ceritanya pada zaman dulu ketika hutan masih rimbun dan air sungai masih jernih.

curug dago, wisata curug dago, foto curug dago, curug dago angker, penampakan curug dago

Wisata Curug Dago, Bandung Jawa Barat

Kesan angker yang juga melekat pada tempat wisata Bandung yang satu ini juga membuat sebagian orang takut untuk datang ke tempat ini. Curug Dago memang terkenal sebagai tempat wisata yang angker, tidak kalah angkernya dengan Kampung Vietnam yang ada di Batam.

Namun jika kamu adalah pecinta wisata sejarah, mungkin curug ini patut kamu datangi. Disini kamu bisa melihat secara langsung jejak peninggalan sejarah kerajaan Thailand yang ada di Bandung.

Jejak Sejarah Kerajaan Thailand di Curug Dago

Jejak sejarah yang ada di tempat wisata di Bandung yang satu ini dapat dilihat dari adanya prasasti batu Kerajaan Thailand yang berasal dari abad ke 18. Prasasti batu ini bertuliskan nama raja yang diketahui bernama Raja Chulalongkom II (Rama V) yang berasal dari Thailand.

Raja Rama V mengunjungi Curug Dago sekitar tahun 1896 silam. Kemudian beliau kembali mengunjunginya untuk kali kedua pada tahun 1901. Pada kunjungannya yang kedua ini sang raja kembali menulis diatas batu prasasti. Raja Rama V menuliskan paraf dan tahun Rattanakosin, Era 120 (Bangkok)

curug dago, batu prasasti curug dago, batu tulis curug dago, curug dago angker, foto penampakan di curug dago bandung

Batu Tulis di Curug Dago Peninggalan Kerajaan Thailand

Pada batu prasasti yang lain terdapat ukiran nama Raja Prajadipok atau yang juga dikenal dengan gelar Raja Rama VII yang juga berasal dari kerajaan Thailand. Raja Rama VII mengunjungi Curug Dago pada tahun 1929, hal ini dapat diketahui dari tulisan yang terdapat pada batu yang ditemukan.

Advertisements

Populernya jejak sejarah Kerajaan Thailand di Curug Dago berawal pada tahun 1989 ketika seorang yang mengunjunginya menemukan dua buah batu bertulis di dekat tebing. Lantas ia membuat tulisan di media cetak untuk mengumumkan penemuannya tersebut.

Berita ditemukannya batu tulis ini sempat membuat heboh warga. Sejak saat itulah banyak orang yang penasaran dan penelitian lebih lanjutpun dilakukan. Pada akhirnya muncul sebuah dugaan bahwa tulisan yang ada di batu tersebut ditulis dengan huruf Siam (Thailand).

curug dago, wisata curug dago, foto curug dago, foto penampakan di curug dago, curug dago angker

Batu Prasasti Peninggalan Raja Siam dari Tahiland

Menurut beberapa sumber menyebutkan di Thailand ada sebuah tradisi dimana seorang Raja akan menuliskan nama atau hal penting lainnya di atas permukaan batu ketika sedang bersemedi. Hal ini menjadi benang merah bagaimana batu prasasti dengan tulisan huruf Siam tersebut bisa sampai di sini.

Pada masa itu mungkin Sang Raja ingin mencari sebuah tempat yang tenang untuk bersemedi. Dalam pengembaraannya ia menemukan sebuah ari terjun yang indah, sebuah tempat yang sejuk dan asri di dalam rimbunnya hutan. Curug ini juga memiliki air terjun kecil yang indah dengan suara deruan air yang membuat tenang. Sangat masuk akal jika Sang Raja memilih tempat ini untuk bersemedi.

Lokasi Curug Dago

Curug Dago terletak di daerah Bukit Dago yang termasuk dalam kawasan Tahura Ir. H. Djuanda. Letaknya memang sedikit tersembunyi sehingga butuh sedikit perjuangan untuk bisa sampai di lokasi.

Alamat: Desa Dago, Kecamatan Coblong Kota Bandung. Dari Kota Bandung jaraknya kurang lebih sekitar 8 km.

Cara Menuju Curug Dago

Untuk bisa mencapai lokasi dengan kendaraan pribadi, kamu bisa melewati jalan di seberang Terminal Dago. Setelah bertemu dengan jalan simpang dua, masuk ke jalan sebelah kiri yang menurun ke arah Curug Dago.

Jika menggunakan kendaraan umum, cara yang paling mudah adalah dengan menaiki angkot kemudian turun di Terminal Dago. Selanjutnya pergilah ke seberang terminal, kamu bisa menyambung perjalanan dengan naik ojek atau berjalan kaki sampai ke lokasi.

Semoga bermanfaat.

Curug Dago Simpan Jejak Sejarah Kerajaan Thailand di Bandung
4.4 (88%) 10 votes
Tags: curug dago, sejarah curug dago, cerita teks sejarah curug dago, Cerita curug dago, keangkeran curug dago

Leave a Reply

Creampie