Sejarah Kota Aleppo Yang Perlu Kamu Ketahui

kota aleppo, foto kota aleppo terbaru, sejarah kota aleppo

Nama Kota Aleppo akhir-akhir ini kian hangat menjadi perbincangan, baik dalam obrolan-obrolan santai maupun status-status di media sosial. Tak jarang kita menemui foto-foto berdarah yang terkesan sangat kejam dan sadis bertebaran di media sosial. Entah apa yang sedang terjadi dengan dunia ini sehingga manusia kian hari kian kejam. Perang di Aleppo telah merenggut banyak nyawa tak berdosa dengan cara yang amat sadis.

Kita tidak akan membahas terlalu jauh tragedi pilu yang sedang terjadi disana, kita doakan saja semoga saudara-saudara kita di Aleppo diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah yang sedang menimpa mereka. Pada kesempatan kali ini wisatalova.com akan coba berikan sedikit ulasan mengenai sejarah Kota Aleppo untuk menambah wawasan kita semua.

Sejarah Nama Aleppo

Aleppo adalah nama sebuah kota yang terletak di Negara Suriah. Kota ini merupakan kota terbesar kedua yang menjadi pusat industri dan keuangan paling penting bagi Negara Suriah. Dalam bahasa Arab nama Aleppo disebut sebagai Halab, merupakan salah satu kota tertua di dunia yang sudah berumur ribuan tahun.

Kota ini sudah ada sejak tahun 2000 SM bahkan beberapa sumber menyebutkan Kota Aleppo telah berdiri sejak 5000 SM. Nama Halab juga ditemukan di dalam naskah Babilonia Kuno pada tahun 750 SM silam. Begitu juga nama Aleppo yang ditemukan dalam Inkripsi Mesir kuno pada abad ke 16 SM. Nama Aleppo sempat berganti menjadi Beroia pada saat Aleppo berada dalam kekuasaan Raja Seleukus, 312 SM.

Lokasi Kota Aleppo

Aleppo memiliki letak yang cukup strategis, pada masa kejayaannya Aleppo merupakan sebuah kota penting yang menjadi pusat transit perdagangan antara Negara-negara Timur dengan Eropa.

Kota Aleppo terletak di Negara Suriah, salah satu Negara besar di wilayah Negeri Syam. Kota ini memiliki luas wilayah 190 km2

Untuk mempermudah Anda memahami lokasi kota Aleppo, silahkan lihat peta berikut ini:

Sejarah Perpindahan Kekuasaan dan Penghancuran Kota Aleppo

Aleppo memang memiliki sejarah panjang yang sarat dengan penaklukan dan penghancuran sejak dulu. Berdasarkan sejarah Aleppo merupakan kota yang terus-terusan di perebutkan oleh musuh-musuh Islam.

foto kota aleppo hancur, foto kota aleppo terbaru

Berikut ini adalah sejarah singkat penghancuran kota Aleppo dari masa ke masa.

  • Aleppo sebagai kota yang memiliki peran penting berkembang pesat dalam bidang ekonomi dan politik pada masa abad ke- 18 SM. Kemudian dijadikan sebagai Ibu Kota Kerajaan Yankhad. Selanjutnya terjadi perebutan kekuasaan oleh bangsa Het dan Kekuasaan Aleppo jatuh ke tangan mereka.
  • Aleppo kemudian berubah menjadi pusat transit utama bagi perdagangan yang melewati jalur Mediterania, antara Negara-negara timur dan Eropa. Masa ini berlangsung selama periode Helenistik di bawah kekuasaan Byzantium. Aleppo menjadi bagian dalam Kekaisaran Romawi yang memiliki peranan penting sebagai jalur lalu-lintas perdagangan.
  • Pada masa kejayaan Kekhalifahan Bani Umayyah, Kota Aleppo berhasil di taklukan oleh pasukan Islam Arab di bawah pimpinan Khalifah Sulaiman. Penaklukan ini terjadi pada tahun 636
  • Pada abad ke 10 Kota Aleppo berubah menjadi ibukota dari Dinasti Hamdani. Namun selanjutnya terjadi perang perebutan kekuasaan atas wilayah dan control di Aleppo oleh Kekaisaran Bizantium (Romawi), Templar (tentara salib), dan pasukan Seljuk.
  • Kota Aleppo sempat di guncang gempa bumi dahsyat yang menghancurkan sebagian besar kota pada tahun 1138.
  • Aleppo kembali di bangun oleh Raja Nur Aldin Zinki dan mengalami puncak kejayaan dan kemakmuran pada abad ke 13. Pada masa itu pula Aleppo mulai melakukan ekspansi
  • Perebutan kekuasaan atas Kota Aleppo tidak pernah berhenti, pada tahun 1260 Aleppo berhasil di taklukan oleh Bangsa Tatar Mongol di bawah pimpinan Hulaku. Pada penaklukan ini terjadi pembantaian dan penjarahan besar-besaran di seluruh kota.
  • Bangsa Mongol berhasil di usir oleh Raja Mamluk Mesir. Aleppo sempat diserang wabah besar pada tahun 1348.
  • Pada tahun 1400 Aleppo mengalami serangan oleh Timur yang menyebabkan kehancuran yang cukup besar
  • Pada tahun 1516 Kekaisaran Ottoman berhasil menaklukan Aleppo, selanjutnya kota ini dijadikan ibukota provinsi tersendiri. Pada masa kejayaan Kekaisaran Ottoman ini Aleppo mengalami perkembangan yang sangat pesat. Aleppo menjadi pos utama perdagangan antara Timur dan Eropa.
  • Pada tahun 1822 Aleppo kembali di guncang gempa besar yang menghancurkan bangunan-bangunan dan menewaskan hampir 1/3 penduduknya.
  • Masa kejayaan Aleppo sebagai nexus perdagangan antara Negara-negara Timur dan Eropa mulai menurun pada penghujung abad ke 18. Hal ini semakin di perparah dengan gerakan blokade Inggris dan Prancis yang memotong jalur dari Turki Selatan dan Utara Irak. Pada tahun 1939, gerakan blokade oleh kedua Negara ini menyebabkan matinya Pelabuhan Mediterania di Alexandretta (Iskenderum) Turki.
  • Kota Aleppo kembali mengalami perkembangan pesat pasca kemerdekaan Negara Suriah. Kota ini berkembang menjadi pusat industri utama yang mengalahkan Ibukota Damaskus. Jumlah penduduknya pun terus mengalami pertumbuhan yang sangat cepat, yang semula hanya 300 ribu jiwa bertambah menjadi 2,3 juta di tahun 2005.
  • Pada tahun 1979 di masa pemerintahan Presiden Hafiz Al-Asad yang beragama Syiah, terjadi upaya kudeta oleh rakyat yang menyebabkan konflik yang parah dan menewaskan lebih dari 2000 orang. Masa ini adalah awal mula terjadinya konflik berkepanjangan di Suriah hingga saat ini.
  • Pada pertengahan 2011 saat meletusnya aksi protes anti rezim Asad di Suriah, Kota Aleppo adalah salah satu wilayah yang di pertahankan dengan segala cara agar tidak di rebut. Hal ini menyebabkan Aleppo terperangkap dalam konflik sengit dan berbagai kerusuhan.
  • Kemudian pada tahun 2012 terjadi serangan bom yang menyebabkan tewasnya 28 orang tewas. Kerusuhan dan konflik kontra rezim Nushairiyah terus berlanjut di berbagai daerah. Kekacauan di Aleppo ini terus meningkat dan semakin parah.
  • Pada penghujung tahun 2013 pasukan rezim Nushairiyah semakin brutal dengan melakukan serangan udara yang sangat mematikan menggunakan bom barel.
  • Pada tahun 2015 terjadi intervensi oleh Rusia. Mereka secara resmi mendukung rezim Nushairiyah. Sejak saat ini kejahatan perang yang sangat brutal terus terjadi. Meskipun Rusia mengklaim aksi militer mereka hanya menargetkan para Mujahidin (pemberontak versi mereka) namun nyatanya tak terhitung jumlah warga sipil yang ikut menjadi korban.
  • Puncak kebrutalan serangan oleh rezim Nushairiyah terjadi pada Februari 2016 saat rezim berusaha merbut kembali kota-kota pada wilayah utara Aleppo dengan melakukan pengepungan.
  • Usaha perebutan Aleppo dari tangan oposisi terus berlanjut hingga hari ini. Serangan bertubi-tubi yang membabi-buta dari rezim Nushairiyah telah menyebabkan sebuah tragedi yang sangat memilukan dan menewaskan banyak warga sipil termasuk anak-anak dan para wanita.

Semoga bermanfaat.

Flash Sale Kecantikan 50%
x