Legenda Sangkuriang Dan Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu

Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang perempuan yang cantik jelita bernama Dayang Sumbi. Ia hidup terasing di sebuah hutan bersama seekor anjing bernama Tumang.

Awalnya Dayang Sumbi adalah seorang putri raja yang tinggal di Istana bersama ayahnya yang bernama Raja Sumbing Perbangkara. Karena kecantikannya yang sangat termasyhur, ia menjadi rebutan raja-raja dari berbagai penjuru negeri.

Hal ini menyebabkan kekacauan karena terjadi perang antara raja-raja yang memperebutkan Dayang Sumbi.

Mengetahui hal ini Dayang Sumbi akhirnya meminta izin ayahnya untuk mengasingkan diri dari istana agar tak lagi terjadi peperangan untuk memperebutkan dirinya. Sang ayah kemudian mengizinkannya dan memberikan Tumang si anjing pemburu sebagai penjaga.

Pergilah Dayang Sumbi mengasingkan diri jauh ke dalam hutan bersama Tumang si anjing.

Dayang Sumbi Menikah Dengan Anjing

Pada suatau hari ketika sedang menenun, tanpa sengaja Dayang Sumbi menjatuhkan torak (sebutan untuk alat tenun) ke lantai.

Entah kenapa Dayang Sumbi merasa malas sekali untuk mengambilnya, kemudian ia bersumpah siapa saja yang mau mengambilkan torak tersebut maka ia akan menikahinya.

Itulah perempuan, kadang-kadang tak ada logika…

Lalu apa yang terjadi?!

Tak terduga, ternyata si Tumang lah yang mengambilkan torak tersebut untuk Dayang Sumbi. Karena sudah terlanjur mengucap sumpah akhirnya Dayang Sumbi pun menikah dengan Tumang.

Sungguh anjing yang sangat beruntung.

Hingga akhirnya Dayang Sumbi mengetahui bahwa Tumang adalah jelmaan Dewa yang sedang mengalami hukuman di bumi. Tiap bulan purnama Tumang si anjing dapat berubah menjadi pria yang sangat tampan.

Namun Raja Sumbing Perbangkara tidak terima kalau anaknya menikah dengan seekor anjing.

Anjing? Helloowww… pikir Sang Raja dalam hati.

Raja Sumbing Perbangkara Mengusir Dayang Sumbi

Raja Sumbing Perbangkara yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa putrinya telah menikahi seekor anjing akhirnya mengusir Dayang Sumbi.

Ia tidak mengizinkan anaknya untuk kembali lagi ke Istana. Dayang Sumbi pun akhirnya menetap di hutan bersama Tumang.

Lahirnya Sangkuriang

Beberapa waktu berlalu Dayang Sumbi hamil dan kemudian melahirkan seorang anak laki-laki yang di beri nama Sangkuriang. Sangkuriang pun tumbuh besar menjadi anak yang tampan dan tangkas.

Suatu hari, ibunya meminta Sangkuriang untuk berburu ke hutan dan membawakan ibunya hati menjangan.

Berangkatlah Sangkuriang berburu di hutan…

Di Hutan, Sangkuriang melihat seekor babi melintas, kemudian ia mencoba untuk memanah babi tersebut namun meleset. Sangkuriang kemudian memerintahkan Tumang untuk mengejar babi yang melarikan diri tersebut.

Namun siapa sangka, ternyata babi yang hendak di panah Sangkuriang itu adalah jelmaan Dewi bernama Wayung Hyang yang sedang menjalani hukuman di bumi seperti Tumang. Mengetahui kalau itu adalah Wayung Hyang, maka Tumang menolak perintah Sangkuriang untuk mengejarnya.

Sangkuriang Membunuh Ayahnya

Tumang yang diperintahkan untuk mengejar babi hanya duduk diam sehingga membuat Sangkuriang menjadi marah. Ia pun menakut-nakuti anjing itu dengan panah agar ia mau mengejar babi yang kabur tadi.

Nasib sedang sial, anak panah yang diarahkan untuk menakut-nakuti Tumang terlepas dan melesat menancap di tubuh anjing itu. Seketika itu juga Tumang tewas. Sangkuriang telah membunuh ayah kandungnya sendiri tanpa ia sadari.

Panik melihat anjing peliharaan ibunya tewas akibat ulahnya, akhirnya Sangkuriang nekat mengambil hatinya untuk dibawa pulang.

Sangkuriang Memakan Hati Ayahnya, Dayang Sumbi Memakan Hati Suaminya

Sesampainya dirumah, Sangkuriang lalu memberikan hati Tumang kepada ibunya. Hati itupun dimasak dan mereka makan bersama.

Sampai akhirnya Dayang Sumbi menyadari bahwa Tumang tidak ada, ia lalu menanyakan kepada Sangkuriang kemana perginya. Sangkuriang terdesak dan tidak memiliki alasan lain selain jujur.

Akhirnya ia menceritakan kejadian yang sebenarnya bahwa Tumang telah mati terkena panahnya dan hati yang dimakan tadi adalah hati Tumang, bukan hati menjangan.

Mengetahui hal ini Dayang Sumbi menjadi sangat terpukul dan sangat-sangat murka. Bayangkan saja, ia bersama anaknya telah menyantap hati suaminya. Keluarga macam apa?!

Sangkuriang Lari Dari Rumah

Dayang Sumbi yang murka lalu memukul Sangkuriang dengan centong nasi hingga kepalanya terluka cukup parah.

Tapi luka di kepala Sangkuriang tidak separah luka di hatinya. Sangkuriang sangat sakit hati ibunya tega memukulnya dengan centong nasi hingga terluka parah.

Karena sakit hati dengan perlakuan ibunya, Sangkuriang pun pergi dari rumah. Ia pergi mengembara seorang diri.

Dayang Sumbi Diberikan Karunia Kecantikan Dan Awet Muda Seumur Hidup

Melihat putra semata wayangnya pergi dari rumah, Dayang Sumbi pun menyadari bahwa ia telah melukai hati anaknya. Ia sangat menyesal, ia memohon kepada Tuhan agar anaknya bisa kembali.

Tiada hari tanpa doa-doa yang dipanjatkan Dayang Sumbi agar anaknya segera pulang, untuk menenangkan hati akhirnya ia memutuskan untuk bertapa.

Semasa pertapaannya Dayang Sumbi kemudian diberikan karunia umur yang panjang dan awet muda. Seumur hidupnya ia akan tetap cantik dan tidak menua.

Sangkuriang Tumbuh Menjadi Pemuda Tampan Yang Sakti

Sementara itu dibelahan bumi yang lain Sangkuriang terus mengembara ke penjuru negeri. Sepanjang perjalanan ia berguru dengan banyak orang sakti, hingga akhirnya Sangkuriang tumbuh menjadi pria yang punya selera. Selain tampan, juga sakti dan perkasa.

Sepanjang pengembaraannya, Sangkuriang seringkali bertemu dengan makhluk halus (jin) yang disebut Guriang. Karena kesaktiannya, makhluk-makhluk guriang itu bisa ia kalahkan dan akhirnya menjadi pengikutnya.

Sangkuriang yang dulu hanyalah seorang bocah dengan luka pukulan centong di kepala kini telah menjadi pemuda sakti yang memiliki banyak anak buah dari bangsa guriang.

Sangkuriang Bertemu Kembali Dengan Dayang Sumbi

Sangkuriang terus melakukan pengembaraan, hingga suatu hari dalam perjalanannya ia bertemu dengan seorang perempuan yang sangat cantik. Tak lain perempuan itu adalah Dayang Sumbi

Nasib telah mempertemukan Sangkuriang kembali dengan Ibunya.

Pesona Dayang Sumbi yang cantik membahana akhirnya membuat Sangkuriang tak tahan dan jatuh hati.

Ia tidak tahu kalau perempuan yang ia sukai adalah ibunya, begitu juga Dayang Sumbi yang tidak sadar bahwa pemuda tampan yang menyukainya adalah anak kandungnya sendiri.

Merekapun saling jatuh cinta, Sangkuriang melamar Dayang Sumbi dan akan menikahinya dalam waktu dekat.

Suatu hari ketika Dayang Sumbi sedang memasang ikat kepala dan menyisir rambut Sangkuriang. Ia mendapati ada bekas luka di kepala, ia tersentak. Mirip dengan luka di kepala Sangkuriang dulu.

Betapa terkejutnya Dayang Sumbi ketika mengamati wajah Sangkuriang dan menyadari bahwa pemuda yang akan menikahinya adalah anak kandungnya sendiri.

Dayang Sumbi berusaha menjelaskan kepada Sangkuriang bahwa dia adalah ibu kandungnya. Tetapi Sangkuriang sudah gelap mata dan tetap akan menikahi Dayang Sumbi.

Tantangan Dayang Sumbi Untuk Sangkuriang

Dayang Sumbi terus berusaha mencari jalan untuk membatalkan pernikahannya dengan Sangkuriang, hingga akhirnya ia mendapatkan akal.

Ia memberikan syarat kepada Sangkuriang, jika ia ingin menikahinya terlebih dahulu harus memenuhi syarat tersebut.

Syarat tersebut ada 2.

Pertama Sangkuriang harus membuatkan Dayang Sumbi sebuah danau.

Kedua Sangkuriang harus membuatkan perahu yang besar. Kedua hal tersebut harus dilakukan dalam satu malam.

Sebuah hal yang sangat mustahil untuk bisa dilakukan oleh manusia biasa, pikir Dayang Sumbi.

Namun semua itu diluar dugaan. Sangkuriang menyanggupi syarat tersebut. Ia pun mulai membuat bendungan dan kapal dengan mengerahkan semua kesaktiannya. Ia juga di bantu oleh para guriang yang sudah menjadi pengikut yang tunduk padanya.

Malam itu Sangkuriang mulai membuat sebuah perahu. Ia menebang pohon sebagai bahan membuat perahu, bekas pohon-pohon yang ditebangnya itu kemudian berubah menjadi sebuah bukit yang saat ini dikenal sebagai Gunung Bukit Tunggul.

Ranting-ranting dan bagian pohon yang tidak terpakai ia tumpuk pada sisi lain, kemudian terbentuklah gunung yang saat ini disebut sebagai Gunung Burangrang.

Itulah hebatnya Sangkuriang, bisa membuat gunung kapan saja.

Perahupun selesai dibuat hanya dalam waktu separuh malam. Selanjutnya Sangkuriang mulai membuat danau dengan dibantu para guriangnya.

Melihat hal ini Dayang Sumbi menjadi cemas, Sangkuriang telah berhasil membuat perahu yang besar hanya dalam waktu setengah malam. Jika terus dibiarkan maka Sangkuriang dan para guriangnya akan berhasil membuat danau sebelum fajar datang.

Ini gawat ! pikir Dayang Sumbi.

Terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu

Karena cemas Sangkuriang akan berhasil memenuhi kedua syarat yang dimintanya, Dayang Sumbi pun berpikir keras bagaimana caranya agar Sangkuriang gagal.

Akhirnya ia mendapat akal. Ia turun ke desa dan meminta bantuan warga desa untuk menggelar kain-kain hasil tenunannya di ufuk timur. Dayang Sumbi lalu berdoa agar usaha Sangkuriang gagal.

Doa Dayang Sumbi pun dikabulkan, kain-kain tenunannya itu secara ajaib memancarkan cahaya kemerahan di ufuk timur, seolah-olah fajar telah menyingsing. Ayam-ayam jantan pun berkokok.

Seketika itu juga makhluk-makhluk guriang yang sedang bekerja membantu Sangkuriang kocar-kacir melarikan diri karena takut dengan datangnya fajar. Ada yang naik ke atas bukit, lari ke hutan, dan masuk ke dalam tanah.

Fajar telah datang, aku gagal memenuhi syarat dari Dayang Sumbi, pikir Sangkuriang.

Mengetahui usahanya telah gagal ia pun menjadi kesal. Sumbat yang sudah dibuatnya untuk membendung Sungai Citarum di lemparnya ke arah timur, terbentuklah Gunung Manglayang.

Danau Talaga Bandung yang telah dibuat oleh Sangkuriang menjadi surut, kemudian ia menendang perahu besar yang telah dibuatnya bersama para guriang. Dalam satu kali tendangan perahu itu terpental jauh kemudian jatuh tertelungkup.

Perahu yang di tendang Sangkuriang itu kemudian berubah menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

legenda sangkuriang, legenda gunung tangkuban perahu, asal usul gunung tangkuban perahu, foto bentuk gunung tangkuban perahu

Sangkuriang yang penuh kemurkaan itu kemudian mengejar Dayang Sumbi. Ketika hampir tertangkap oleh Sangkuriang, Dayang Sumbi berdoa agar diberikan pertolongan, ia kemudian menjelma menjadi sekuntum Bunga Jaksin.

Sementara itu Sangkuriang terus mencari Dayang Sumbi hingga ke Ujung Berung, sampai akhirnya ia tersesat di alam ghaib dan tidak pernah kembali lagi.

The End.

Catatan: Legenda Sangkuriang Dan Asal-Usul Gunung Tangkuban Perahu ini merupakan cerita rakyat dari Jawa Barat yang memiliki beberapa versi. Cerita yang dimuat di wisatalova.com hanyalah salah satu dari beberapa versi berbeda yang mungkin dimuat di tempat lain.

Beri nilai artikel ini

Tags: sangkuriang, sejarah tangkuban perahu, asal usul tangkuban perahu, asal usul gunung tangkuban perahu, cerita sangkuriang
Flash Sale Kecantikan 50%
x