Pesona Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran Bali

Garuda Wisnu kencana yang sering disingkat GWK adalah salah satu objek wisata pilihan di pulau Bali. Patung Garuda Wisnu Kencana ini merupakan satu patung raksasa Wisnu yang dipercaya sebagai Dewa yang sedang mengendarai burung garuda.

Keberadaan patung besar ini menjadi daya tarik wisata di bali tersendiri. Selain itu, di sekitar Taman Budaya – Garuda wisnu kencana cultural park ini banyak juga terdapat hal-hal menarik lainnya yang membuat orang menikmati saat-saat tamasya di objek wisata yang letaknya dekat dengan pantai Pandawa Bali ini.

Pesona Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran Bali

Tempat Wisata di Bali Garuda Wisnu Kencana

Letak Taman Wisata Garuda Wisnu Kencana

Sebagai sebuah taman wisata dan juga budaya yang nantinya direncanakan akan jadi landmark keindahan pulau Bali, tentu saja pembangunan areal wisata bali ini sudah diperhitungkan secara matang. Pihak pembuatnya, yaitu Yayasan Garuda Wisnu Kencana memerlukan dua tahun untuk mendapatkan lokasi patung Garuda Wisnu Kencana yang mereka anggap sempurna. Sebelumnya wilayah yang kemudian hari dibangun GKW Bali ini merupakan lokasi penambangan batu kapur.

Garuda Wisnu kencana Cultural Park

Garuda Wisnu Kencana Jimbaran Bali

Pemilihan tempat yang seksama, dan perencanaan area wisatanya membuat Taman Budaya garuda Wisnu Kencana mudah dicapai para wisatawan. Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana Bali alamatnya di Jalan Raya Uluwatu, Ungasan yang kira-kira 40 km di sebelah selatan Denpasar, ibu kota prov. Bali.

Cara termudah mendatangi Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana yang memiliki luas 250 hektar ini adalah dengan berkendara dari Kuta. Dari lokasinya, di sini jaraknya lebih dekat dan cepat sampai ke objek wisata. Jika kita datang dari Airport Ngurah Rai ke lokasi dari tempat wisata di Bali GWK, hanya butuh waktu 15-20 menit saat lalu lintas lancar.

Filososfi Patung dan Cerita tentang Garuda Wisnu Kencana

Objek Wisata di Bali Garuda Wisnu Kencana

Kebudayaan Indonesia khususnya Bali dalam hal ini terlihat dalam pemberian nama serta konsep pembangunan GWK cultural park ini. Semua hal tersebut tentu telah dipikirkan dengan seksama, untuk menjadikan burung garuda sebagai ikon dari tempat ini.

Semua hal ini tentu tak terlepas dari cerita kepahlawanan, kebaktian sang burung garuda yang menyelamatkan sang ibu dari perbudakan. Cerita dongeng rakyat ini berawal dari Resi Kasyapa yang memiliki dua orang istri yakni Kadru dan Winata. Resi kasyapa selalu menyayangi dan berbuat adil pada kedua istrinya, walau begitu salah satu istrinya yaitu Kadru selalu menaruh rasa iri dan benci pada Winata serta selalu ingin menyingkirkan Winata.

Kedua istri Resi Kasyapa masing-masing dikaruniai momongan. Kadru memiliki anak para Naga, sedangkan Winata dikaruniai seekor Burung Garuda. Suatu masa ketika Para Dewa sedang mengaduk-aduk samudra untuk mendapatkan Tirtha Amartha yaitu sebuah air abadi yang dapat memberikan hidup kekal kepada siapapun yang meminumnya walaupun hanya setetes.

Bersamaan kejadian itu, nanti akan muncul kuda terbang bernama Ucaihswara. Lalu Kadrupun menantang Winata untuk menebak warna Kuda Ucaihswara yang nanti akan muncul dengan perjanjian, bahwa siapa yang kalah harus bersedia jadi budak dan selalu mentaati seluruh perintah dari pemenang.

Kadru menebak warna kuda itu berwarna hitam, sedangkan Winata menebak warna kuda itu putih. Kadru berbuat licik, ia menyuruh anaknya naga untuk melihat terlebih dahulu, dan jika warnanya putih, naga disuruh untuk menyembur dengan racun tubuh kuda itu sehingga terlihat kehitaman.

Singkat cerita Kuda yang keluar berwarna kehitaman, sehingga Winata kalah dan menjadi budak Kadru. Mengetahui cerita tersebut, Garuda berusaha membebaskan ibunya dengan pertarungan yang seimbang. Sang Nagapun memberikan persyaratan bahwa dia akan membebaskan Winata, syaratnya sang Garuda harus membawakan Tirtha Amartha untuk Naga.

Demi cinta dan bakti pada sang ibu, Garuda menyanggupinya dan mencari Tirtha Amerthadi di tengah lautan. Ia bertarung dengan Dewa memperebutkan air abadi tersebut sampai akhirnya Dewa Wisnu berhasil membawa Tirtha Amertha. Dewa Wisnu menanyakan alasan sang Garuda menginginkan air suci tersebut. Garuda kemudian menceritakan kisah ibunya hingga Dewa Wisnu merasa iba, mau memberikan air dengan syarat agar Garuda mau menjadi tunggangan Dewa Wisnu. Berikutnya Garuda disebut sebagai Garuda Wisnu Kencana, atau Garuda si Tunggangan Dewa Wisnu.

Kisah heroik yang menyentuh dari dongeng legenda rakyat tersebut. Demikian juga kenapa burung garuda dijadikan lambing Negara Indonesia, sebagai pengingat agar kita bangsa Indonesia untuk berbakti pada ibu pertiwi.

Setiap tempat memang memiliki cerita legendanya tersediri, dan Garuda Wisnu Kencana GWK Bali memiliki hubungan erat dengan burung garuda, hal ini juga berlaku di tempat wisata lain di Indonesia, misalnya cerita tentang Roro jonggrang pada Candi Prambanan.

Kapan Patung Garuda Wisnu Kencana Diselesaikan

Garuda Wisnu Kencana

Satu hal yang jadi pertanyaan bagi tiap wisatawan yang datang ke GWK tentu saja kapan patung garuda wisnu kencana yang menjadi simbol tempat ini diselesaikan. Patung ini nantinya dengan ketinggian 126 m dan selebar 50 m. Namun permasalahan dana dipercaya menjadi hambatan  patung yang rencananya melampaui tinggi patung Liberty di New York Amerika Serikat ini terselesaikan. Harapannya untuk melihat patung ini dari kejauhan, seperti dari Kuta.

Berwisata Ke Garuda Wisnu kencana Cultural park

Wisata di Bali Garuda Wisnu Kencana

Ada banyak hal yang menarik dari tempat wisata ini dan fasilitas wisata yang bisa dinikmati di GWK Bali ini. Melihat patung tentulah adalah hal yang istimewa dilakukan di taman Budaya ini. Selain itu adalah menikmati sunset dari ketinggian puncak bukit kapur yang tinggi di kawasan GWK ini. Tempat ini merupakan suatu lokasi yang sering dijadikan tempat penyelenggaraan event-event besar.

Garuda Wisnu kencana Cultural Park – lotus pond

Patung Garuda Wisnu Kencana

Garuda Wisnu Kencana memang dirancang sebagai objek yang ditujukan untuk tempat pusat aktivitas seni budaya di Bali. Aneka ragam pertunjukan musik, sendratari, orchestra, fashion show dan lainnya sering ada diadakan di sini. Di Lotus Pond, yaitu semacam panggung terbuka dengan kapasitas 7500 orang, sering diadakan pergelaran berskala besar. Sedangkan pada bagian lain dari Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana ini yaitu Exhibition Gallery sering dipakai pameran lukisan atau seni rupa lain dengan skala internasional.

Flash Sale Kecantikan 50%
x